Creativity in Training

tapi keseringan dipake ngomel :D

Previous Entry Share Next Entry
Er, just another dawdle?
logo
iris_irin3
I attended my friend's 17th birthday party last Saturday. It was a memorable event, I haven't seen all of my friends for more than several months and getting to meet them all in such a joyous occasion was just surreal :)
The party itself was fun, except for the part when I was terrorized by popping balloons. It's not that I'm afraid of balloons, but rather I don't like it when it's popped right in front of me.
If only I didn't have to go to church the next morning, I would have stayed the night with every body at the hotel... T__T
Oh yeah, my friend, Cathy had her party in the Grand Tropic Hotel on the pool side. The invitation was endearing--the photograph of her pommeranian white dog.

A bit about my latest anime obsession:
Gundam 00 (The latest Gundam series, takes place in our universe but different time frame)
Toward the Terra (The newly remade sci-fi Toward the Terra TV animation, it's only 24epi, but still top notch)

About my on-going project, Changeling;
Okay, so I got some good feedbacks concerning the prologue. Thank you so much for those feedbacks, I really need them!
Please give me your critics and comments again!
Here you go, the continuation of Changeling, the first chapter...

 

Title: Changeling

Ragz’Erendil


Cahaya remang-remang obor menerangi lorong batu kuil utama, menimbulkan suatu kesan terbakar yang mengerikan. Matahari telah terbenam beberapa saat berselang, namun Aodhan hanya mengenakan jubah tipis sebagai lapisan penghangat tambahan.

Aodhan telah berlari selama beberapa waktu dari Hutan kembali menuju ke kuil Ragz’Erendil. Ia melewatkan waktu terlalu lama berada di hutan memandangi sungai dan mengagumi Hutan Lembah Elona yang sangat tua dan lebat. Sulur-sulur dan dahan-dahan dari pepohonan ara saling menjalin membentuk kubah tinggi yang menutupi langit dari pandangan, hanya menyisakan beberapa titik cahaya kecil yang berhasil menembus rintangan dahan-dahan. Karena itu pulalah, Aodhan tidak menyadari berlalunya waktu. Di dalam Hutan Elona, segalanya seolah terhenti, kau bisa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari tanpa menyadarinya.


Lantai granit di bawah kakinya mulai merata dan berganti menjadi papan-papan kayu yang dipernis. Aodhan mengambil lilin kecil dari rak yang diukir langsung di dinding batu dan tanpa pikir panjang menyalakannya. Cahaya jingga menerangi kamarnya. Aodhan melepas jubah luarnya dan menyampirkannya di tepi dipan, ia akan membutuhkannya lagi besok.

Ia merebahkan tubuhnya di ranjang jeraminya dan baru saja akan terlelap ketika pintu kamarnya diketuk pelan. Ia tahu siapa yang datang. Hanya ada satu orang yang pernah datang mengunjungi di kamarnya.

Tanpa disuruh pintu kamarnya terbuka dan Althea melangkah masuk. “Kau terlambat. Aku sudah menunggumu sejak matahari terbenam.”

“Maaf, aku lupa waktu.”

Althea tampak tidak puas. “Lain kali sebaiknya kau lebih berhati-hati, ini ketiga kalinya dalam satu minggu kau lupa waktu di hutan.” Setelah ragu-ragu sesaat ia menambahkan, “Hutan itu tempat yang kuno, berhati-hatilah banyak hal kuat dan tak terduga di dalamnya.” Ia keluar meninggalkan Aodhan termenung sendirian di kamar.

Bukannya aku lupa, hanya saja di sana aku bisa tenang. Aodhan juga bukannya tidak menghormati Althea, karena Althealah yang telah merawatnya sejak bayi. Itu adalah hutang seumur hidupnya kepada Althea.

Cahaya kejinggaan dari lilin menerangi kamarnya yang kecil dan membuat dinding-dinding batu seolah hidup dan berpendar hangat. Seperti setiap malam lainnya, Aodhan memandangi dinding dan berusaha menelusuri setiap ceruk dan guratan yang ada hingga akhirnya jatuh tertidur.

Tidurnya malam itu tidak nyenyak, Aodhan kerap memimpikan hal yang sama dan tersentak bangun. Ia tidak bisa mengingat mimpinya kecuali sensasi dari dinginnya udara dan suara sayup-sayup angin berkelebat di mimpinya.
 

*  *  *  *  *  *



So, how was it?
Sorry it wasn't that long...and it wasn't that well written. This chapter was split into two sections which I'll be posting later on because the post was too large for the journal. But anyway, please tell me what you think of it ^ ^
And the next part would take longer to write since I haven't been writing that diligently, hehehe...(please forgive me for this one). And my impending final exams might also hinder writing.




?

Log in

No account? Create an account